Kisah Nyata ‘Cermin Setan’ 38 Orang Tewas Mendadak dengan Pendarahan Otak Setelah Bercermin pada Kaca Ini

Kisah Nyata ‘Cermin Setan’ 38 Orang Tewas Mendadak dengan Pendarahan Otak Setelah Bercermin pada Kaca Ini – Di dunia ini banyak sekali kisah berkenaan cermin ajaib, tapi seluruhnya hanya kisah fiksi.

Namun, tahukah Anda bahwa di dunia ini tersedia sebuah cermin terkutuk yang membunuh sebanyak 40 orang sepanjang 2 Abad, hingga selanjutnya kebenaran berkenaan cermin selanjutnya terungkap.

Kisah Nyata ‘Cermin Setan’ 38 Orang Tewas Mendadak dengan Pendarahan Otak Setelah Bercermin pada Kaca Ini

kisah-nyata-cermin-setan-38-orang-tewas-mendadak-dengan-pendarahan-otak-setelah-bercermin-pada-kaca-ini

Dikisahkan, tahun 1743, seorang pembuat cermin asal Pracis bernama Louis Alvarez memicu sebuah cermin.

Dua hari kemudian, setelah merampungkan pekerjaanya, Alvarez yang sehat tiba-tiba meninggal setelah bercermin.

Namun terhadap sementara itu tidak tersedia yang mengira bahwa penyebabnya adalah cermin tersebut.

Setelah itu, cermin selanjutnya dimiliki oleh seorang pemilik toko tepung, bernama Tesemer di kota pelabuhan Marseille.

Dia belanja cermin selanjutnya sebagai hadiah ulang tahun, tapi begitu menyaksikan cermin Tesemer mengaku jadi kedinginan, menggigil bersama dengan kepala yang berat.

Hingga selanjutnya Tesemer meninggal dunia, bersama dengan pendarahan otak di kamarnya.

Sejak sementara itu cermin itu menghilang sepanjang 22 tahun, dan ulang ditemukan tahun 1765, korban ketiganya adalah Arnold, dia belanja cermin itu di sebuah toko di trotoar.

Tak lama lantas dia terhitung meninggal dalam keadaan sama, hal itu konsisten berlanjut terhadap korban keempat bernama Henry yang meninggal di tokonya dalam keadaan sama.

Pada sementara itulah seorang teman dekat Henry paham berkenaan cermin tersebut, adalah buatan Louis Alvarez, dia terhitung teman dekat Arnold.

Sejak sementara itu, rumor berkenaan cermin pembunuh jadi beredar di masyarakat. Hingga lantas lagi-lagi tersedia korban berjatuhan pasangan Hanmer dan istrinya Ny Jura terhitung meninggal setelah memiliki cermin tersebut.

Selama 100 seterusnya cermin itu telah membunuh sebanyak 20 orang, lebih dari satu besar mereka sehat meninggal dalam sementara 3 hari.

Semuanya memuncak setelah kematian ke-38 dan korbannya adalah Dr Smith, ilmuwan yang tidak percaya bahwa cermin selanjutnya sanggup membunuh.

Asosiasi Pengumpulan Barang Antik Prancis pun lantas memberitakan terhadap pers berkenaan bahaya cermin tersebut.

Namun, banyak ilmuwan tertarik untuk memiliki cermin tersebut, mereka percaya tersedia sesuatu yang tidak beres bersama dengan cermin tersebut.

Seiring berjalannya waktu, tabir misteri cermin hantu tersebut, selanjutnya jadi terkuak.

Pada April 2005, Waine, arkeolog Amerika terbang ke Prancis untuk berharap terhadap Asosiasi Barang Antik Prancis untuk menyelidiki cermin tersebut.

Dia jalankan lebih dari satu tes, dan menemukan cermin selanjutnya telah diganti dan tidak original, usianya tidak cukup berasal dari 100 tahun.

Sementara frame kayu cermin selanjutnya diyakini berusia 2 abad, bersama dengan kata lain pembunuh sebetulnya adalah frame kayu tersebut.

Waine terperanjat saat menemukan tikus mati setelah berada di depa cermin tersebut, dan mengejutkannya kondisinya mirip bersama dengan pendarahan otak.

Waine terkelupas kayu tersebut, dan menemukan ternyata frame cermin itu terbuat berasal dari kayu coura, pohon langka yang punah 100 tahun lalu.

Menurut dokumen penelitian, kayu selanjutnya punya kandungan zat yang benar-benar beracun dan dapat bereaksi saat terkena sinar alami.

Racun itu dapat menguap dan beralih menjadi gas, dan memicu orang yang menghirupnya mengalami penyumbatan pembuluh darah otak supaya membuatnya pecah, dan terjadilah pendarahan otak.

Waine selamat berkat kebiasaan menutup tirai jendela di tempat kerjanya, tapi secara tidak sengaja istrinya yang terhubung jendela memicu racunnya menguap hinga dua tikus mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *